11 TIPS, TRIK DAN STRATEGI CARA JAWAB SOAL LISTENING TOEFL

cara mudah belajar toefl | cara belajar toefl dengan cepat | belajar untuk tes toefl | cara belajar toefl sendiri | tips belajar toefl | trik belajar toefl | tips belajar toefl | strategi tes toefl |

listening
LISTENING

Dalam menjawab soal-soal TOEFL, anda terlebih dahulu memahami strategi umum dalam menjawabnya, antara lain:

  1. Jangan menandai 2 jawaban benar dalam lembar jawaban karena akan dihitung salah.
  2. Jika anda mengganti jawaban tersebut, jangan biarkan tanda dari pensil anda masih tersisa di lembar jawaban. Terlebih dahulu hapuslah tanda tersebut.
  3. Jangan biarkan ada jawaban yang kosong.
  4. Ketika mengerjakan soal pada sesi Structure and Written Expression dan Reading Comprehension, jangan berpikir bahwa anda harus mengerjakan secara berurutan. Usahakan kerjakan yang paling mudah terlebih dahulu.

Mengerjakan soal Listening  bagi sebagian besar pelajar merupakan hal tersulit dalam soal TOEFL. Dari ratusan siswa yang belajar di Booster, hanya segelintir yang dapat mencapai skor Listening  di atas 550.

Untuk menaikkan skor dari 450 ke 550 di soal Structure and Written Expression mungkin hanya membutuhkan sekitar 2-4 pekan, tapi pada bagian Listening belum tentu sama. Hal ini dikarenakan karena soal Listening menguji berbagai skill peserta tes, seperti kosakata sehari-hari, pengucapan atau Pronunciation ala Amerika, serta kemampuan memberikan kesimpulan logis lari pembicaraan yang didengarkan.

Anda dapat melatih Listening anda secara berulang-ulang dengan menggunakan Soal TOEFL ITP koleksi Booster Course. Silahkan menghubungi kami dengan klik gambar di bawah ini untuk mendapatkan File PDF dan Audionya.

Beberapa tips berikut ini mengenai strategi Listening TOEFL PBT. Semoga bermanfaat bagi sahabat-sahabat Booster yang akan mempersiapkan tes TOEFL.

  1. Perhatikan waktu anda

Part A biasanya berlangsung sekitar 7-10 detik sedangkan jeda antara satu pertanyaan dan pertanyaan lainnya adalah sekitar 10-12 detik. Misalnya pertanyaan nomor 1, pembicaraan antara dua pembicara berlangsung sekitar 7-10 detik, setelah itu dilanjutkan dengan pertanyaan dari speaker lainnya dan setelah itu kita akan diberikan waktu sekitar 10-12 detik untuk memilih keempat pilihan jawaban.

Pada saat anda dibagikan kertas jawaban dan soal, anda akan mulai dengan soal Listening. Namun anda akan diberikan kesempatan mendengarkan petunjuk pengerjaan soal dengan rentang waktu sekitar 80 detik, atau 2 menit 20 detik. Manfaatkan waktu 80 detik ini untuk melihat pilihan jawaban di lembar soal, minimal anda dapat melihat 10 jenis soal di halaman pertama untuk menjadi perbandingan ketika anda mendengarkan pembicara berdialog.

Ketika anda mendengarkan percakapan, konsentrasilah pada makna yang terdapat dalam pembicaraan tersebut, setelah itu pilihlah jawaban yang paling tepat dan setelah itu persiapkan diri anda pada soal selanjutnya.

Berlama-lama di soal yang sebelumnya hanya akan membuang waktu anda untuk konsentrasi di soal selanjutnya. Ingat, anda hanya mempunyai waktu 12 detik untuk memilih dan sekaligus melihat pilhan jawaban lainnya.

Asumsinya jadikan 12 detik jeda diantara 2 soal dengan 6 detik untuk menjawab dan 6 detik untuk membaca pilhan jawaban pada lembar soal.

  1. Fokus mendengarkan, lalu tarik kesimpulan

Pada soal Listening  Part A, sebaiknya anda fokus dulu mendengarkan kedua pembicara lalu setelah itu membaca pilihan jawaban atau sebaliknya. Jangan sekali-kali membaca dan mencoba memahami pilihan jawaban sementara pembicaraan berlangsung. Hal ini justru akan membelah konsentrasi anda dan akhirnya tidak mendapatkan kesimpulan dari pembicaraan. Listening  Comprehension menitikberatkan pada pemahaman, bukan hanya pada kosakata yang sama dengan yang dibicarakan.

  1. Perhatikan kosakata yang kedengaran sama

Ilmu pengucapan Bahasa Inggris sangat penting dalam membedakan makna pembicaraan. Ketika anda tidak mengetahui Teori Pronunciation, misalnya perbedaan pengucapan Heal dengan Hill, maka anda kemungkinan besar akan kebingungan dalam memilih  jawaban.

Belajarlah Ilmu Pronunciation jika anda masih sangat awam di sana. Luangkan waktu anda untuk mempelajari konsep American T, Ed Ending, Contraction, Negative Expression, Diphtong dan Linkup. Orang Amerika tidak berbicara Word by Word. Kosakata yang relatif sama dalam pengucapan biasanya menjebak peserta tes untuk memilih jawaban yang salah.

  1. Perhatikan perubahan Grammar dengan makna yang sama

Siapa bilang Grammar tidak penting? Itu anggapan yang salah karena pengalaman penulis bergaul dengan Bule, mereka pun menggunakan Grammar dalam keseharian mereka. Terutama anda harus memperhatikan perubahan Kalimat Pasif menjadi Kalimat Aktif atau sebaliknya.

Pada  soal-soal Listening , anda akan dituntut untuk mencari makna pasif dari sebuah kalimat misalnya: The car is being repaired by Donna. Anda harus mencari makna lain dari kalimat tersebut yang berarti Donna is repairing the car.

  1. Libatkan diri anda dalam pembicaraan

Anda dapat menggunakan imajinasi anda dalam menjawab soal Listening dengan konsentrasi penuh melibatkan diri anda dalam pembicaraan. Seolah-olah anda adalah orang ketiga dalam pembicaraan tersebut. Tapi anda bukan setan ya, tentu saja. Dengan melibatkan diri secara aktif dalam setiap pembicaraan, kita tidak saja menggunakan indera pendengaran kita, namun kita juga menggunakan indera penglihatan untuk dapat melihat pembicara.

  1. Latih diri anda mencari makna dari setiap kalimat yang anda/teman anda ucapkan

Dalam Speaking sehari-hari, anda dapat berlatih dengan memperhatikan cara orang lain berbicara dan mencari kalimat lain yang maknanya sama. Saya sebut ini dengan Teori Pantulan. Misalnya, Si pembicara 1 mengatakan, “ Have you told him about the Invitation? ” dan pembicara kedua mengatakan “ Million of times.” Jika telah mengatakan jutaan kali berarti dia telah memberitahukannya sudah sangat sering.

  1. Ajukan kalimat tanya

Setiap pertanyaan dimulai dengan kalimat tanya. Oleh karena itu, anda sebaiknya menginstal dalam memory anda sebelum pembicaraan berlangsung, anda siapkan pertanyaan seperti apa yang dimaksud oleh pembicara, dimana pembicaraan berlangsung, apa yang dapat disimpulkan dari pembicara, dan apa pekerjaan si pembicara.

  1. Perhatikan distraktor (pengecoh)

Pengecoh pada Part A biasanya ada tiga jenis, yaitu: pertama, kesamaan Vocabulary. Pembuat soal menggunakan Vocabulary yang persis sama dengan yang diucapkan oleh pembicara. Kedua, Sound. Pembuat soal menggunakan pengucapan yang sama dengan pilihan jawaban. Ketiga, kesamaan Grammar. Pembuat soal menggunakan Grammar yang sama dengan yang digunakan oleh pembicara.

  1. Pelajari Expression dan Idiom dalam American English

Orang Amerika menggunakan banyak Expression dalam percakapan mereka. Misalnya: Make sense, berarti Masuk akal. Anda dapat mempelajarinya melalui film-film yang anda sukai sambil mencari artinya di teks bahasa Indonesianya.

  1. Fokus pada kata benda dan kata kerja

Dalam pembicaraan kedua speaker, perhatikan kata benda dan kata kerjanya. Lalu simpulkan makna dari kedua pembicara.

  1. Strategi Listening TEOFL Part B dan C

Part B terdiri dari dua jenis, yaitu dialog yang panjang antara dua pembicara. Biasanya anda akan menemukan 2 dialog dengan 3 atau 4 pertanyaan setiap dialognya. Setiap Listening  biasanya terdiri dari 140-290 kata  dengan rentang waktu sekitar 40-80 detik.

Topiknya lebih sedikit bersifat akademis dibandingkan dengan Part A. Topiknya mencakup mengenai sejarah Amerika, ilmu pengetahuan atau keadaan di universitas. Informasi mengenai angka juga biasanya dimunculkan pada Part B.

Part B tidak memerlukan pengetahuan yang relevan dengan topik yang dibahas karena jawabannya sudah ada semua di dalam pembicaraan. Ketika anda mendengarkan pembicaraan, anda tidak diperkenankan mencatat.

Anda sebaiknya konsentrasi pada informasi yang diberikan. Terdapat waktu sekitar 12 detik untuk menjawab pertanyaan sebelum berpindah ke pertanyaan selanjutnya. Pada Part B, jawaban selalu terdapat  secara berurutan pada dialog.

Namun berhati-hatilah karena biasanya terdapat pola negatif yang justru akan membuat kita salah memilih. Intinya, belajarlah memahami kalimat secara utuh, bukan karena adanya kesamaan Vocabulary atau kesamaan Sound.

Part C merupakan tes pemahaman mengenai sebuah narasi panjang yang dilakukan oleh satu pembicara, bisa berupa kuliah di dalam kelas, pengumunan, maupun informasi di hadapan publik. Anda diminta untuk memahami kata-kata kunci yang sering berulang oleh Speaker. Strategi untuk Part C tidak terlalu jauh berbeda dengan Part B.

 

Baca Juga:

1. 10 Tips dan Trik Cara Belajar TOEFL yang mudah, cepat dan efektif bagi pemula

2. Apa itu TOEFL?

3. 8 Tips, Trik dan Strategi Cara Jawab Reading TOEFL 580

4. Jenis, Kegunaan dan Tingkatan Skor TOEFL

5. 9 tips dan kunci sukses persiapan lulus tes toefl ITP 500

Related Post
TOEFL,tes toefl,toefl onine,test itp,tips toefl
8 TIPS, TRIK DAN STRATEGI CARA JAWAB READING TOEFL 580+

Reading Section dalam soal TOEFL merupakan momok yang sangat menakutkan. Selain karena bacaan yang panjang-panjang, kosa kata yang digunakan juga adalah kosa kata yang mungkin sebagian besar kita jarang melihatnya. Pada artikel kali ini, saya akan membantu anda menguak tabir rahasia soal Reading yang dibuat oleh ETS. Sebagai seorang Trainer TOEFL, saya mempelajari selama 5 […]

Read more
9 TIPS DAN KUNCI SUKSES PERSIAPAN LULUS TES TOEFL ITP 500

cara toefl tinggi | pembelajaran toefl | sukses tes toefl | tips lulus toefl | kunci toefl | tips sukses tes toefl | cara lulus toefl | cara lulus toefl 500 | tips tes toefl Mendapatkan TOEFL 450, 500 bahkan 550+ tidak hanya membutuhkan kemampuan Grammar, Listening  dan Reading yang cukup. Namun, lebih dari itu, […]

Read more

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!

LAYOUT

SAMPLE COLOR

Please read our documentation file to know how to change colors as you want

BACKGROUND COLOR

BACKGROUND TEXTURE